Sebanyak tiga ratus ribu tael emas tiba-tiba muncul di tengah gurun luas, tempat yang konon menyimpan kutukan: siapa pun yang memburu harta itu akan berakhir menjadi arwah penuh dendam. Seorang perwira Garda Kekaisaran yang diutus untuk menyelidiki hal ini justru kehilangan akal sehatnya tepat pada hari pertama ia tiba. Sementara itu, seorang wakil utusan yang setia dan pemberani—yang telah melangkah terlalu jauh untuk bisa berbalik arah—mendapati dirinya bimbang di antara hasrat pribadi dan kehormatan. Setelah seluruh keluarganya dibantai, seorang wanita yang kebal terhadap segala jenis racun kembali ke gurun luas tersebut; ia sengaja memosisikan dirinya sebagai “hadiah” yang diperebutkan berbagai faksi demi melancarkan aksi balas dendamnya. Di balik hamparan pasir gurun yang luas itu, tersimpan keserakahan tak bertepi akan emas serta sebuah jebakan yang dirancang dengan cermat untuk memancingnya masuk ke dalam permainan mematikan. Mulai dari pos persinggahan dan biro pengawalan bersenjata hingga kediaman seorang jenderal, sekelompok pendekar terlibat dalam pertarungan hidup-mati di wilayah perbatasan yang luas dan sunyi, sekaligus menghidupkan kembali semangat serta nilai-nilai *wuxia* Timur dalam nuansa yang baru.














